Rabu, 27 November 2019

I've Lost My Superhero on November 21st, 2018


Dulu, aku selalu menunggu Bulan November, yaa, karena Bulan ini merupakan Bulan kelahiranku. Dan juga Hubbee. Aku selalu mengganggap Bulan ini membahagiakan, penuh kejutan, walaupun bagi orang lain November seringkali mendapat julukan  November Rain. Karena biasanya curah hujan mulai tinggi di Bulan ini. Dan biasanya suasana menjadi lebih gloomy, karena sering mendung, mempengaruhi mood orang-orang. For me, never, I always Happy with this month.

Until...

I've lost someone that I loved on November, last year, 2018..

I've lost my Superhero...

I've lost my Beloved Babeh...


Born To Be a Leader
Lahir pada tanggal 26 Juni 1958, Babeh merupakan anak tengah dari 3 bersaudara. Terlahir sebagai orang Jawa, di Kota Solo, Babeh benar-benar njawani. Sopan, santun, dicintai teman-temannya, di senangi orang yang lebih tua dan lebih muda. Mudah bergaul dengan berbagai kalangan, tidak memandang derajat. Di sekolah, beliau selalu menjadi Ketua Kelas, Pemimpin Upacara, bahkan Ketua Angkatan di kampusnya. Seorang anggota paskibra pula, bahkan terpilih mewakili sekolah di tingkat provinsi, dan juga seorang pecinta alam yang hobinya naik turun gunung.

Walaupun telah menikah dan bekerja pun, beliau juga menjadi Ketua RW pertama di komplek perumahan tempat kami tinggal hingga sekarang. Kala itu aku masih ingat betapa sibuknya beliau, hingga larut malam selalu ada tamu yang bertandang ke rumah, padahal beliau pagi hingga sore bekerja. Mungkin karena menjadi Ketua RW pertama, sampai kemaren masih saja ada orang menyebut Mamih, Ibu RW. Padahal itu sudah 30 tahun yang lalu, karena kami tinggal disini sejak tahun 1989.

Beliau juga sempat tergabung dengan organisasi Pemuda Panca Marga. Bahkan, beliau juga pernah ditawari untuk masuk ke partai politik, yang ditolaknya secara halus.

Bahkan di akhir hayatnya Beliau masih menjabat sebagai Ketua Yayasan DKM Baiturrahman, Mesjid di Komplek kami. Beliau selalu dipercaya oleh orang-orang disekitarnya. Satu hal yang selalu saya ingat dari perkataan Beliau, jadilah orang yang jujur, karena jujur akan membawa orang-orang untuk percaya pada kita.


One of a Kind

Laki-laki zaman sekarang susah dan ogah bantuin beberes rumah. Babeh? Jangan tanya, beliau selalu sigap menyapu halaman rumah sambil bersiul-siul, tidak lupa dalam rumah pun selalu beliau sapu. Sampai Mamih pun menjuluki beliau, "Hobi Babeh itu menyapu." Apabila lantai terasa kotor, pasti beliau langsung menyapu. Tanpa perlu menyuruh orang lain.

Beliau memang sering jadi pemimpin, tapi di rumah, Beliau Bapak yang sangat baik, peduli pada kedua putrinya, tapi juga konyol. Beliau tidak segan bertingkah lucu, ataupun jadi bahan 'bully'an oleh istri dan kedua putrinya, dan ikut tertawa bersama.

He was so funny

Beliau selalu menjadi orang yang paling khawatir apabila istri dan kedua putrinya belum pulang ke rumah bila malam telah tiba. Tidak menampakkan lelah walaupun baru sampai rumah jam 2 pagi, setelah perjalanan pulang dari Jakarta, dan langsung mengantar Putrinya merias jam 3 pagi. (Yaa, beliau bekerja di Kota Jakarta sejak tahun 1997 sampai tahun 2015, dan pulang seminggu sekali.) Tidak mengeluh ketika mengantar istri dan kedua putrinya shopping di mall atau menunggu di tempat parkir sambil tidur daripada harus berdiri 'geje' menunggu kedua putrinya memilih buku ataupun baju. Sampai sepupu kami saja tertegun dan cukup kaget melihat Babeh dengan santai menunggu di Mobil sambil tidur ketika saya dan adik berbelanja.

"Salut ama Om Bud, mau nungguin anak-anaknya belanja. Papahku mana mau." Ungkap Mbak Nana, sepupu kami.

Dan, masih banyak sederet kenangan indah tentang Babeh yang walaupun bekerja di luar kota, tapi selalu rela dan menomorsatukan keluarga. Hingga kami sekeluarga tidak pernah kekurangan kasih sayang dari Beliau walaupun tinggal berjauhan.


He Was Gone
Then, that day came, the day i've lost him forever.

Tanggal 20 November 2018, malam telah menjelang, dan akupun kelelahan karena baru pulang dari Rumah Sakit mengantar pakaian untuk Babeh yang dirawat karena stroke ringan, hingga tidak bisa menggerakkan tubuh bagian kanan. Beliau masuk RS hari Minggu tanggal 18 November 2018, kemudian di hari Selasa, beliau terkena serangan lagi, sehingga seluruh tubuhnya pun lumpuh tidak bisa digerakkan. Dokter yang menangani pun cukup keheranan, karena biasanya hal ini tidak pernah terjadi, sedang dalam perawatan tapi mendapatkan serangan kedua. Akupun tertidur sekitar jam 12 malam, dan terbangun karena teriakan orang di luar rumah. Aku mengenali suara itu sebagai suara salah seorang tetanggaku, jam pun masih menunjukkan pukul 1/2 3 Pagi. Hatiku langsung mencelos, firasat tak enak pun mulai kurasakan. Aku langsung menuju HP yang sedang di cash dan menemukan beberapa Missed Call dari Mamih yang menjaga Babeh di RS. Aku pun mengecek pesan di WA, dan saat itulah aku tahu telah kehilangannya.

Babeh telah pergi selamanya. Di Tanggal 21 November 2018, pukul 01.28 WIB

Saat aku turun dari lantai 2 dan membuka pintu, beberapa tetangga telah berkerumun di depan rumah. Salah seorang tetangga bertanya, "Mbak Anggi...udah tau?" Tanyanya tersendat. Aku hanya mengangguk pelan. "Ya, Bu." Suara yang keluar dari mulutku tidak terdengar jelas, Dengan sigap para tetangga membantu membereskan rumah kami. Ada yang memasang tenda di depan rumah, dan lainnya, entahlah aku tidak begitu ingat. Aku hanya duduk diam didalam kamar, ditemani oleh dua orang ibu-ibu. Mereka mengajak bicara, tapi pikiranku tidak berada disana. Sesekali bulir air mata turun di pipi tanpa kusadari. Sekitar pukul 1/2 4 pagi, Ambulans datang membawa jenazah Babeh. Aku hanya memandang ke arah ruang tamu, tempat tubuh itu terbujur kaku, dan kemudian memeluk Mamih yang baru tiba dan mulai teriak histeris, Mamih yang kelimpungan meminta Hubbee untuk memegangku. Hubbee memarahiku sambil berkata agar jangan menangis histeris karena kasian Babeh yang mendengarnya di alam sana. Akupun berusaha mengendalikan diri, perlahan isakanku mereda.

Sekitar pukul 5 pagi, jenazah Babeh dimandikan oleh para pengurus Mesjid yang lain. Tetangga mulai ramai berdatangan. Rasanya aku hanya ingin mengurung diri di dalam kamar, karena setiap keluar dan bertemu dengan tetangga yang lain, aku akan mulai menangis lagi. Salah seorang Ibu meminta parfum untuk disemprotkan pada jenazah Babeh. Aku pun tersadar Babeh sudah lama tidak memakai parfum, Beliau sering menggunakan body mist milik Ibum. Aku dan Hubbe pun sudah lama tidak punya parfum, Jadi kuserahkan body mist anak bergambar Superman milik Ibum yang seringkali dipakai juga oleh Babeh untuk pergi Sholat di Mesjid. Bulir air mata pun mulai deras mengalir lagi.

He was very closed with Mas Ibum


Pukul 1/2 10, Jenazah babeh dibawa ke Mesjid untuk disholatkan. Dan kemudian dimakamkan di lokasi yang tidak begitu jauh dari Komplek.


Disana telah terbaring Babeh, My Superhero...

Babeh yang disiplin...
Babeh yang memiliki etos kerja yang tinggi....
Babeh yang karismatik...
Babeh yang rendah hati...
Babeh yang disukai oleh banyak orang...
Babeh yang senang bersih-bersih rumah...
Babeh yang suka memakai parfum/cologne banyak-banyak, sampai nyegak...
Babeh yang jarang marah-marah, dan memilih untuk diam...
Babeh yang sayang banged ama keluarganya....
Babeh yang bahkan kekurangannya sangat tertutupi oleh semua kelebihannya...

We Loved You So Much, Beh.

Anggi bersyukur Babeh sempat bekerja di Jakarta, dan bahkan setelah pensiun pun tetap cukup sibuk, hingga Anggi sampai detik ini merasa engkau masih ada, hanya lagi ada di Mesjid, sibuk rapat, ataupun jalan-jalan dengan bapak-bapak yang lainnya. Tapi, di jam-jam seharusnya Babeh di rumah, engkau tidak ada disana. Terkadang Anggi hanya bisa memandangi kursi kosong tempat Babeh selalu duduk, ataupun tempat tidur dimana babeh selalu tidur siang.

Anggi rindu Beh...

Allahumma Firlahu Warhamhu Wa'afihi Wa'fu'anhu...

Semoga kita bisa berkumpul lagi di jannah-NYA, Aamiiinnn..


 I dedicated 'My Hero, My Inspiration' writing collab with Bandung Hijab Blogger (klik disini) For You, Beh...





                                  Love,




6 komentar:

  1. Heemh...sedih sekali aku bacanya teh.. semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT amiiin...

    BalasHapus
  2. Sedih mengingat orangtua yang memang sudah tiada. Kadang aku yg orang tua msh lengkap masih menyia2an kesempatan untuk berbakti sama mereka.. sedihnya jd remender buatku jg nih teh.. makasih sharingnya yaa. Smg Babeh mendapat ampunan dan tenang disisi Allah. Aamiin yra.

    BalasHapus
  3. Sedihh...babeh super Hero keluarga. Semoga Allah memberikan tempat istimewa buat babeh. Aamiin

    BalasHapus
  4. Sediiiih. Semoga almarhum dilapangkan kuburnyq. Aamiin.

    BalasHapus
  5. Masya Allah pribadi yang menyenangkan ya.. Sedih bacanya..semoga blio tenang di alam sana..

    BalasHapus
  6. Sedih banget bacanya jadi flashback, masya allah bapak yang super baik, udah kayak ke bapak sendiri saking bapak baiknya, ga pernah membedabedakan, semoga Allah menerima semua kebaikan bapak aamiin

    BalasHapus